Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2015

Pasar Sentiling: Pesona Semarang Tempo Doeloe

Beberapa waktu yang lalu, aku dihubungi oleh salah seorang mbakyuku, namanya mbak Tyas. Beliau memberitahu bahwa ada salah seorang alumnus kampus kami yang akan datang ke Semarang. Sudah kebiasaan kami, jika tahu ada anggota Kagama yang datang ke Semarang akan disambut dengan ngumpul bareng alias kopdar. 

Kopdar kali ini ada yang berbeda. Tidak hanya alumni UGM yang hadir, namun ada beberapa orang spesial lain yang juga turut hadir. Salah satunya adalah Pak Peter. Beliau adalah salah seorang tokoh penggerak kegiatan-kegiatan seni dan pemerhati sejarah di Jawa Tengah. Pak Peter banyak bercerita tentang sejarah Semarang yang berujung pada kisah di mana Semarang ini dulunya adalah sebuah kota pelabuhan yang begitu maju dan tersohor hingga mancanegara. Bahkan, di Semarang ini pernah terselenggara sebuah hajatan besar, sebuah pameran internasional yang dihadiri 600.000 orang di tahun 1914. Begitu besarnya hingga disebut-sebut sebagai pameran terbesar di Asia kala itu. Areanya mencapai lebih dari 20 hektar. Pameran itu bernama Koloniale Tentoonstelling de Semarang atau lidah orang kita bilang Pasar Sentiling, yang diambil dari penyederhanaan kata tentoonstelling (pameran).

Makan siang di Restoran Oen bersama para senior penggiat seni dan budaya.

Minggu, 23 Agustus 2015

Megahnya Kediaman Sang Pangeran

Tulisan kali ini akan menceritakan liburanku minggu lalu bersama Mojo ke Surakarta. Tapi jangan salah sangka, ya.. Kediaman Pangeran yang dimaksud di judul tulisanku ini bukan sebagai destinasi wisata, melainkan sebagai tempat menginap. Eh? Tempat nginap? Iyaaaa betuull.. Tempat menginap! Kami bermalam di rumah seorang pangeran!! Hohoho.. Apalah ya rasanya bisa menginap di rumah pangeran? Berasa tamu kerajaan atau putri dari negri tetangga *pret banget deh* . 


Jumat, 23 Januari 2015

Liburan singkat di Hills Joglo Villa



Desember lalu adalah tepat setahun pernikahanku dan Mojo. Sebenarnya Mojo bukan orang yang suka melakukan perayaan ini itu, tapi daripada liat istrinya mecucu terus dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami merencanakan perjalanan liburan dalam rangka merayakannya. Rencana awalnya sih lumayan heboh, mau ke Lombok. Kebetulan Mama Mertua mau jadi sponsor hehehe.. Tapi apa daya Mojo sibuk luar biasa sampai awal Januari sehingga agenda liburan terpaksa berganti dengan nungguin suami tercinta lembur di masa-masa semua orang sedang menikmati libur akhir tahun.