Rabu, 06 Mei 2015

Kuliner Semarang: Nasi Ayam/Nasi Liwet Bu Widodo

Tidak terasa sudah dua bulan kami pindah ke Semarang dari Tegal. Ada senengnya, tapi juga ada sedihnya. Seneng karena deket kalau mau mudik. Tapi sedih karena harus pisah sama makanan di Tegal yang enak-enak itu.. Terutama brambang goreng Brebesnya yang kriuk dan gurih hiks.. :'(
Ah sudahlah.. Aku harus move on! Kota baru artinya tujuan wisata kuliner baru hehe.. Saatnya menjelajah khasanah kuliner Semarang.

Hal pertama yang kulakukan adalah menghubungi beberapa teman tukang makan untuk minta rekomendasi. Setelah mendapat daftarnya, barulah tak larik satu per satu.

Nasi ayam Bu Widodo ini infonya kudapat dari mb Tyas, teman sekaligus mbakyuku di Semarang. Lokasinya terletak di Simpang Lima, tepatnya sentra kaki lima yang di depan Matahari Dept Store. Kalau pedagang yang lain menyediakan meja dan kursi untuk makan, tidak demikian dengan Bu Widodo. Beliau menyediakan tikar untuk lesehan para pengunjungnya. 

Begitu datang, kami langsung disambut senyum manis ibu penjualnya (itu Bu Widodo?) sembari menanyakan mau makan lauk apa. Aku sempat bingung mau pake lauk apa, karena banyak pilihannya. Ada berbagai potongan ayam, berbagai sate, juga gorengan. Akhirnya kuputuskan makan dengan lauk telur dan suwiran ayam. Aku tidak terlalu suka mengotori tanganku saat makan, jadi kupilihlah suwiran dan telur.

Ibu penjual nasi ayam yang cantik dan ramah

Nasi ayam ini ternyata mirip sekali dengan nasi liwet Solo, yang juga makanan favoritku. Sepiring nasi yang dialasi daun pisang, ditambah sayur jipang, tahu, krecek, dan daging ayam. Yang membedakan dengan nasi liwet adalah warna kuahnya yang agak kemerahan dan kuahnya lebih ringan. Aku tidak terlalu paham bumbu dan proses memasak, jadi tidak bisa menjelaskan lebih banyak lagi. Soal rasa? Hmmm sama enaknya. Jangan suruh aku memilih. Karena akan kupilih dua-duanya hehehe.. 

Satu porsi nasi ayam suwir+telur separuh

Makan nasi ayam ditemani teh tawar panas bersama suami tercinta rasanya nikmat sekali. Sambil duduk lesehan menikmati suasana jantung kota ibukota Jawa Tengah ini. 

Meski nasi ayam Bu Widodo ini terletak di pusat kota, tapi harganya sangat terjangkau. Kami makan berdua dengan lauk telur, suwiran, tambah tempe goreng dan minum teh hanya menghabiskan tidak lebih dari 30.000 rupiah. Belum lagi ditambah bonus keramahan ibu dan mbak penjualnya :)

Apakah kami akan kembali lagi ke sini? Ya, tentu saja! Kami akan kembali ke sini dengan mengajak teman yang sedang berkunjung ke Semarang. Biar tahu kalau di Semarang ngga cuma ada lunpia sama soto :D 

Semoga kelak di masa tuaku juga cantik dan ramah seperti ibu ini