Selasa, 07 Mei 2013

Vendor Paes Manten

Vendor paes adalah vendor pertama yang langsung aku putuskan bahkan sebelum aku punya rencana untuk menikah hehe.. Aneh ya? Ceritanya waktu my bestie, Hanggit, nikah, aku sempet kaget karena dia begitu manglingi saat resepsi. Sedangkan sahabatku satu ini termasuk hobi dandan dalam kesehariannya. Kalau seorang Hanggit yang sehari-hari aja udah bermakeup dan cantik, lalu saat nikahan dia masih bisa lebih cantik lagi, hmm.. itu luar biasa menurutku. Gara-gara dia lah aku langsung tanpa ragu memutuskan vendor paesku adalah Bu Wito, perias manten yang merias sahabatku itu. 
 
Bu Wito ini sudah cukup sepuh dan merupakan paes senior di Magelang. Sebagai bayangan, anak sulungnya sudah berusia 43 tahun *wow*. Meski sudah sepuh, tapi Bu Wito ini cantik sekali, ga kebayang kaya apa masa mudanya. Sebenarnya beliau sudah disarankan oleh putra-putrinya untuk istirahat saja, tidak usah merias lagi, namun Bu Wito yang passionnya adalah merias tentu keberatan jika tidak merias sama sekali. Maka dari itu beliau masih merias meski tidak money-oriented. Yep. Beliau menyatakan bahwa tujuannya merias adalah sebagai sarana ibadah. Kalaupun ada hasil dari merias, maka hasilnya beliau gunakan untuk membantu orang yang membutuhkan. Gimana ngga makin kagum sama Bu Wito coba.. udah ayu, anggun, skillful, dermawan pula. Sebagai gambaran reputasinya, beliau merupakan langganan ibu-ibu  isteri Jenderal TNI dan pejabat lain di Magelang. 

Selain hasil rias yang halus, Bu Wito juga pemegang adat Jawa yang cukup kuat. Satu lagi poin yang bikin aku makin kagum dengan beliau. Beliau paham betul budaya Jawa, khususnya yang berkaitan dengan ritual upacara pernikahan secara pakem berikut filosofinya. Bahkan saat aku bertanya mengenai perbedaannya dengan ritual yang populer saat ini, beliau mampu menjelaskan kisah kenapa ritual populer tersebut muncul dan siapa yang menginisiasi ritual baru tersebut. Saat aku menunjukkan salah satu foto yang kuunduh dari internet (maksudnya sih buat referensi), Bu Wito sempat terhenyak dan menanyakan siapa yang merias. Setelah ku jawab bahwa itu foto di internet, beliau menjelaskan bahwa gaya rias di foto itu kurang tepat semua. Beliau mencontohkan itu adalah salah satu bentuk modifikasi yang tidak memperhatikan filosofinya. Intinya pada foto itu si pengantin menggunakan busana Solo basahan taqwa (berbolero), namun jenis boleronya kurang panjang (yang dipakai adalah bolero kanigaran-Jogja), lalu paesnya Solo putri yang tidak bisa dibilang Solo putri juga karena ada beberapa detail yang juga kurang tepat dan masih banyak lagi. Ah, benar-benar pucuk dicinta dan ulam tiba. Aku ingin sekali kenal budayaku sendiri yang makin sekarang makin terasa asing dan aku bertemu orang yang tepat └(^o^)┘ . Setidaknya nantinya aku masih punya sedikit pengetahuan untuk anakku kelak, jadi budaya Jawa tidak terhenti di generasiku.

Bicara tentang paes di Magelang, ada beberapa yang aku tahu selain Bu Wito.

1. Mbak Widhi - Sanggar Paes Shinta Ayu
Dulu, waktu aku SD, di sekolahku selalu mengadakan acara di hari Kartini. Murid-murid diminta untuk berpakaian adat daerah masing-masing. Ah, SDku merupakan yayasan milik TNI yang muridnya berasal dari Aceh sampai Papua, jadi hari Kartini adalah saat kami memamerkan pakaian adat kami masing-masing. Asyik sekali. Nah, ketika itu mamaku selalu membawaku ke Mbak Widhi ini untuk dirias sekaligus menyewa kebayanya. Dan ternyata sekarang beliau ini menjadi paes termahal di Magelang. Mahal? Konon katanya, biaya paes untuk sepasang pengantinnya tok bisa seharga sepaket jasa paes lain  yang meliputi seluruh keluarga beserta among tamunya. Kalau hasilnya sendiri aku kurang paham, yang aku tau sih bagus aja kok  waktu ngerias aku jaman SD dulu hehe.. 

2. Ibu Yunita
Paes yang satu ini juga favorit di Magelang. Terutama untuk riasan pengantin muslim. Denger-denger sih paketan sama dekorasi juga, tapi kurang tau sih..

3. Ny. Hari Trilunggono (Nama suaminya hehe..)
Aah maaf kalau nama yang kucantumkan adalah nama suaminya (dokter spesialis mata, praktek sore di Apotek Merdeka Farma) soalnya ngga tau nama beliau. Paesan beliau terkenal halus. Hanya saja mesti ati-ati di time managementnya karena beliau ini terkenal luaamaaa sekali maesnya hehe..

4. Mas Yudhi - Yudhi Wedding Service
Beliau ini sebenarnya adalah calon vendor dekor ku. *Lho? Dekor?* Iyaa.. beneran hehe.. jadi mas Yudhi ini pada dasarnya adalah seorang perias, namun juga menyediakan jasa dekorasi. Hasil makeupnya bagus juga. Beliau pakai produknya MUFE, dan khasnya adalah fokus di foundie yang sangat membaur dengan warna kulit badan, jd muka ngga kaya pake topeng. Natural.

 
Itu tadi beberapa paes yang bisa dijadikan pilihan di Magelang. Kalau dari Jogja yang sekali liat paesannya langsung naksir ya Bu Dior. Foundation yang halus dan riasan mata yang dramatis bikin hasil riasan sang pengantin jadi manglingi. Keren banget deh pokoknya.

Kenapa aku ngga menyebut nama Bu Tienuk? Hmm beliau memang paes legendaris yang merias keluarga Cendana saat punya hajat, namun sudah rahasia umum kalau beliau biasanya hanya bikin draft riasnya saja yang kemudian dilanjutkan asistennya. Kecuali aku adalah putri pejabat setingkat menteri atau selebriti papan atas. Hehe.. kalau memang demikian kenapa ngga langsung pakai jasa asistennya aja dong? #Asas-ogah-rugi